Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi bedah saraf
Kini kita berjalan beriring-iringan
Kau iringi diriku jaga setelahku
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang
Jaga bimbingan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Jaga bimbingan bagai kepompong
Kesana kemari tak tau apa apa
Jaga bimbingan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Jaga bimbingan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Jaga bimbingan bagi kepompong
August 18, 2009
August 06, 2009
Cinta bersyukur
Doakan bisa lebih bersyukur
Memaknai apa yang telah kita raih
Kadang kerikil terasa ngeri di kaki
Kejujuran yang bisa menyembuhkannya
I love you
Memaknai apa yang telah kita raih
Kadang kerikil terasa ngeri di kaki
Kejujuran yang bisa menyembuhkannya
I love you
July 13, 2009
kebahagiaan
Jadi presiden bahagia kali ya, terkenal, menentukan banyak kebijakan.....
Jadi dokter enak kali ya, berinteraksi langsung dengan nyawa orang....
jadi...
jadi...
dan banyak jadi jadi yang lainnya.
Saat kita sadar semua itu adalah karunia Illahi apa yang bisa kita lakukan? Kebahagiaan lebih sering di ukur dari capaian atau sesuatu yang melekat pad akita dan tidak di dapati pada orang lain. Kebahagiaan lebih sering kita ukur dengan membandingkan capaian orang lain. Dia sudah bisa begini sia dia sudah bisa begitu, bahagianya mereka.....
Pandangan subjective seperti itu sering membuat "meriang" yang punya banyak keinginan dan cita cita. Seolah hanya orang lain yang bisa bahagia.
kalau mau introspeksi lebih seksama sebetulnya ada banyak yang bisa membuat bahagia. Bukankah kita masih sehat, bisa bernafas dengan enak, makan dengan enak dan bercanda dengan riangnya. Bukankah ada banyak ( sekali lagi membandingkan dengan orang lain) pasien yang sedang meregang nyawa di rumah sakit?
Ada banyak dokter yang tidak bisa tidur karena harus mengawasi semua pasiennya yang gawat, ada banyak dokter yang tidurnya terganggu karena setiap jam Hp bimbitnya terus menyala karena perawat harus minta keputusan pasien yang dirawatnya.... tapi apa dokter itu tidak bahagia?
Kuncinya bersyukur, dan nikmati apa yang Alloh SWT karuniakan kepada kita
enak to mantep too..........
July 07, 2009
May 26, 2009
May 10, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
